Senin, 14 Februari 2011

Tugas Sistem Basis Data (1)

1. NAMA / PROFIL ORGANISASI : PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Profil organisasi

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) merupakan salah satu produsen rokok terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi sejumlah merek rokok kretek yang dikenal luas, seperti Sampoerna Kretek (sebelumnya disebut Sampoerna A Hijau), A Mild, serta “Raja Kretek” yang legendaris Dji Sam Soe. Kami adalah afiliasi dari PT Philip Morris Indonesia dan bagian dari Philip Morris International, produsen rokok terkemuka di dunia.


Misi kami adalah menawarkan pengalaman merokok terbaik kepada perokok dewasa di Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan senantiasa mencari tahu keinginan konsumen, dan memberikan produk yang dapat memenuhi harapan mereka. Kami bangga atas reputasi yang kami raih dalam hal kualitas, inovasi dan keunggulan.

Pada tahun 2009, Sampoerna memiliki pangsa pasar sebesar 29,1% di pasar rokok Indonesia, berdasarkan hasil AC Nielsen Retail Audit-Indonesia Expanded. Pada akhir 2009, jumlah karyawan Sampoerna dan anak perusahaan mencapai sekitar 28.300 orang. Sampoerna mengoperasikan enam pabrik rokok di Indonesia dan Sampoerna menjual dan mendistribusikan rokok melalui 59 kantor penjualan di seluruh Indonesia.


2. ALAMAT ORGANISASI :

PT. HM Sampoerna Tbk.

Surabaya:
Jl. Rungkut Industri Raya No. 18
Surabaya 60293 - Indonesia

Jakarta:
One Pacific Place, Lantai 18
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 -53
Jakarta 12190 - Indonesia

alamat web :http://www.sampoerna.com


3. USAHA UTAMA DIBIDANG : Produksi Rokok


4. PROSES BISNIS ORGANISASI :

Cara PT. HM Sampoerna Tbk. Beroperasi


  PT. HM Sampoerna Tbk. adalah salah satu perusahaan rokok terkemuka di Indonesia dengan fasilitas pabrikan dan kantor penjualan di berbagai daerah di Indonesia. Di mana pun perusahaan ini melakukan proses manufaktur, mereka selalu menerapkan standar tertinggi untuk memastikan kualitas prima yang diharapkan para perokok.

  Operasionalnya sehari-hari tidak hanya meliputi produksi rokok, tetapi juga mencakup cara mereka berbisnis dan berinteraksi dengan dunia di luar kantor mereka, baik secara lokal ataupun global.

Dari Lahan Pertanian Hingga Pabrik

  Setelah dipanen dan dikeringkan, tembakau dan cengkeh dibawa ke lokasi pabrik. Tembakau biasanya disimpan hingga selama 3 tahun dalam lingkungan terkontrol untuk membantu meningkatkan cita rasanya. Cengkeh juga melewati proses penyimpanan serupa hingga selama satu tahun sebelum diproses menjadi “cengkeh rajang” (cut clove).

  Tembakau yang telah disimpan akan diproses terlebih dahulu sebelum dicampur dengan cengkeh rajangan yang telah kering, kemudian dijadikan racikan rokok yang akan dilinting menjadi rokok. Racikan yang telah selesai, yang biasa disebut “cut filler,” disimpan dalam lumbung berukuran besar sebelum memasuki proses produksi rokok.

  Rokok kretek dapat berupa sigaret kretek tangan (SKT) atau sigaret kretek mesin (SKM). Salah satu keunikan industri kretek Indonesia ialah masih digunakannya metode pelintingan secara manual dengan tangan, dimana para pekerja melinting produk rokok kretek dengan sangat cepat, bahkan hingga dapat mencapai 350 batang per jam.

  Jadi dapat disimpulkan bahwa pada tahap memproduksi rokok PT. HM SAMPOERNA tbk masih menggunakan sistem manual walaupun ada sebgian rokok yang diproses melalui mesin, sedangkan dalam tahap distribusi dan pemasaran mereka telah menggunakan sistem komputerisasi. Hal ini terbukti dari situs resmi yang telah mereka buat yang mana mempermudah mereka dalam mempromosikan produk mereka di pasaran lokal maupun global.

5. Dalam Ranah Aplikasi Database termasuk kelompok :

  Databasenya termasuk kelompok model database relasi karena kedua perusahaan dari PT. HM SAMPOERNA Tbk ini mampu mengakomodasikan berbagai kebutuhan pengolahan database sehingga dapat meminimalkan duplikasi data dan tetap menjalin hubungan pertukaran data walaupun kedua perusahaan ini terletak di daerah yang berbeda.

6. YANG PERLU DIKEMBANGKAN :

  Ketika saya diminta untuk mengembangkan sistem dalam perusahaan ini, yang saya lakukan adalah mengembangkan sistem dalam tahapan produksi yang sebagian masih menggunakan sistem manual menjadi seluruhnya menggunakan mesin. Hal ini dilakukan agar hasil produksi lebih banyak dan efisien. Dan selain itu secara perlahan-lahan mulai mengembangkan sistem komputerisasi yang lebih canggih dan fleksibel pada tahap distribusi serta pemasaran sehingga produk ini dapat mencapai pasaran internasional.

7. DAFTAR REFERENSI :

http://elearning.amikom.ac.id/index.php/download/materi/190302063-ST022-1/2009/11/20091112_Modul1.ppt
http://asihwinantu.files.wordpress.com
http://www.sampoerna.com
buku pengelolaan basisdata karangan Bernaridho I. Hutabarat, M.Sc.,OCP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar