Sabtu, 22 September 2012

Penggunaan teknologi dan pengembangan bentuk market serta model dalam konsep E-business di kehidupan nyata

Berbicara tentang bisnis, ada beberapa definisi tentang bisnis menurut para ahli, diantara :

1. Menurut Mahmud Mach Foedz
Bisnis adalah perdagangan yg dilakukan oleh sekelompok orang yg terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

2. Menurut Brown dan Petrello
Bisnis adalah suatu lembaga yg menghasilkan barang dan jasa yg dibutuhkan masyarakat.apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnispun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

3. Menurut Steinford
Bisnis adalah aktifitas yg menyediakan barang atau jasa yg diperlukan oleh konsumen yg memiliki badan usaha, maupun perorangan yg tidak memiliki badan hukum maupun badan usaha seperti, pedagang kaki lima yg tidak memiliki surat izin tempat usaha.


      Sehingga garis besarnya bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan perdagangan yang menghasilkan sebuah keuntungan atau bisa juga menghasilkan kerugian.


      Kini bisnis tidak lagi sekedar perdagangan yang dilakukan secara langsung, pemanfaatan teknologi pun kian marak dalam pelaksanaan bisnis pada era globalisasi ini. Umumnya teknologi yang digunakan dalam berbisnis yakni melalui media internet atau komputer, namun tidak menutup kemungkinan penggunaan teknologi lain untuk pemnfaatan bisnis itu sendiri. Bisnis yang dalam pelaksanaannya didukung oleh teknologi biasa dikenal sebagai E-business.

      Secara garis besar E-business technology dapat dikatakan sebagai sebuah teknologi yang digunakan ketika melakukan kegiatan bisnis pada dunia maya (E-business). Teknologi yang dapat digunakan pada kegiatan E-business ada berbagai macam, diantaranya bisa menggunakan aplikasi web atau bisa juga memanfaatkan situs jejaring (facebook, twitter, dll). Disamping itu, E-business juga memiliki berbagai bentuk framework market seperti G2G, G2B, G2C, B2G, B2B, B2C, dll. E-business juga memiliki bermacam-macam model seperti E-shop, E-mall, E-procurement, Content provider, Virtual comunity, dll.

Kali ini saya akan mereview salah satu website dari perusahaan ternama yang menerapkan E-business dalam melayani customernya, berikut info selengkapnya...


      Beberapa kaum hawa mungkin tidak asing lagi dengan nama "ORIFLAME". Perusahaan yang didirikan oleh dua bersaudara dan teman mereka pada tahun 1967 ini bergerak dibidang kencantikan.Oriflame menawarkan produk kosmetik dan perawatan kulit alami berkualitas tinggi melalui jaringan penjual mandiri (independent sales), yang berbeda dengan sistem retail pada umumnya. Saat ini oriflame memiliki kantor penjualan di 59 negara dan sekitar 3,3 juta consultan mandiri diseluruh penjuru dunia.

      Oriflame Indonesia sendiri merupakan perusahaan kosmetika nomor 1 dengan sistem penjualan mandiri di Indonesia. Dengan begitu banyaknya jaringan yang terdapat di perusahaan ini, Perusahaan sebesar ORIFLAME tidak mungkin tidak memanfaatkan teknologi internet dalam melakukan proses bisnisnya.  Dari website yang dapat diakses di http://oriflame.co.id/, sudah terlihat jelas bahwa Oriflame memanfaatkan teknologi internet dalam proses bisnisnya. Selain itu Oriflame juga tidak ketinggalan memasarkan produk mereka melalui situs jejaring seperti facebook (https://www.facebook.com/oriflame). Namun bedanya jika mengakses melalui situs jejaring, kita hanya akan disuguhkan produk-produk kecantikan dan perawatan yang mereka jual. Beda halnya ketika kita mengakses website resmi Oriflame ini, selain memajang berbagai produk kecantikan dan perawatan, dalam websitenya pengunjung juga dapat memesan produk Oriflame dengan syarat pengunjung tersebut telah mendaftar sebagai member Oriflame.

      Jika dilihat lebih dalam, situs resmi Oriflame ini termasuk dalam framework market B2B dalam konsep E-business. Mengapa bisa dikatakan demikian? karena konsep dari B2B (Business to Business) itu sendiri adalah suatu transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis yang lain untuk pembelian barang dan jasa, informasi, dan juga melakukan konsultasi. Sudah jelas terlihat, didalam website Oriflame ini pengunjung yang telah menjadi member selain dapat memesan produk Oriflame, mereka juga dapat melakukan konsultasi tentang bisnis Oriflame itu sendiri. Pengunjung yang belum menjadi member pun dapat membaca berbagai informasi tentang bisnis Oriflame yang memiliki sistem jaringan, dengan tujuan menarik minat mereka (khususnya kaum wanita atau ibu rumah tangga) untuk bergabung ke dalam jaringan Oriflame tersebut.

      Dari berbagai macam model E-business yang ada, website Oriflame ini termasuk model E-procurement dan Content provider. Dikatakan E-procurement karena website ini menyediakan fasilitas pemesanan barang atau produk untuk proses pengadaan barang bagi member yang menjual kembali produk Oriflame kepada orang lain yang bukan member dari Oriflame. Sedangkan dikatakan menganut model Content provider karena website ini memberikan informasi dan pengetahuan yang luas akan proses bisnis dari jaringan Oriflame itu sendiri pada pengunjung yang belum menjadi member atau anggota Oriflame, disamping penyediaan katalog online yang dapat dilihat oleh pengunjung situs tersebut.  

     Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perusahaan yang jaringannya berskala Internasional seperti Oriflame ini sangat cocok menggunakan konsep E-business dalam penerapan proses bisnisnya. Sebab selain menghemat biaya, hal ini juga dapat mempersingkat waktu dalam melakukan konsultasi dengan para member baru atau calon member lainnya.

   
Disusun oleh :
Nim/Nama  : 10.41010.0066/Ni Nyoman Swastika J.
Dosen         : Tan Amelia
Tugas      : Mereview salah satu website dan melakukan analisa terhadap website tersebut, dilihat dari perspektif teknologi yang digunakan, market dan model yang dikembangkan.
Kelas          : P2